May 15, 2011

refleksi diri

hampir setiap orang tua mengajarkan kepada anak-anak mereka untuk mencari dan mengejar kesuksesan materi dan akan menjadi sebuah rasa bersalah atau sebuah hukuman moril bagi mereka yang mendapatkan lebih sedikit, atau mereka yang mendapat jabatan atau pekerjaan berpenghasilan lebih kecil daripada yang lain.


sementara harga untuk sebuah pekerjaan sosial (baca: lingkungan) seperti konservasionis, budiawan tanaman, atau peneliti, akademisi, siswa lingkungan hampir tidak memiliki nilai materi yang berarti. atau bisa juga disebut sebagai seorang sukarelawan. lalu, akan muncul sebuah pertanyaan seperti ini, bagaimana jadinya kalau paradigma itu terjadi secara menyeluruh di semua kalangan atau elemen masyarakat dunia?, mau dikemanakan nasib anak-cucu kita?, apakah masih ada nilai atau apresiasi bagi pahlawan bumi tadi?, siapa yang mau perduli?

sampai sejauh ini saya masih yakin bahwa para pelaku bisnis dan ekonomi banyak mengambil bagian dari paradoks atau fenomena yang banyak terjadi di muka bumi ini. prinsip ekonomi berbasis minyak (petroleum-based economy) jelas telah merusak kualitas kehidupan di muka bumi. teknologi masih terbatas untuk negara berkembang karena harganya yang relatif mahal.

pernahkah diantara kalian yang pernah menonton film hollywood/box office tentang perang dunia ke-3?
apakah kalian pernah mendengar tentang pemicu atau alasan kenapa negara besar berperang?
kenapa banyak media massa memberitakan tentang invasi negara adi kuasa ke negara berkembang atau negara maju lainnya untuk alasan yang tidak masuk akal? seperti teroris? apakah teroris itu benar-benar ada?

environtment - pernahkah kalian berpikir sejenak, bahwa mungkin saja mereka berlomba-lomba untuk mengamankan pasokan pangan, atau penyokong hidup lainnya, dan percaya atau tidak bahwa mulai sekarang lingkungan telah menjadi satu alasan utama kenapa manusia berperang...

No comments:

Post a Comment

International Joint Field Study Tour 2010

International Joint Field Study Tour 2010
Utsunomiya University